Varian dan Simpangan Baku  

Bisnis

Apabila kita membicarakan simpangan baku, maka tak lengkap apabila kita tidak membicarakan varian. Hal tersebut karena Varian yang merupakan ukuran keragaman atau variasi data statistik yang paling sering digunakan. Varian dan Simpangan Baku merupakan 2 hal yang saling berkaitan, karena Varian merupakan hasil akar dari kuadrat varian. Oleh karena hal tersebut, apabila salah satu dari nilai tersebut diketahui maka nilai ukuran kuduanya juga akan ditemui juga.

rumus.co.id

Mengapa perlu menghitung varian dan simpangan baku ?

Dasar dari penghitungan simpangan baku dan varian adalah kainginan untuk mengetahui homogenitas atau keragaman dari suatu kelompok data. Salah satu cara yang sederhana untuk mengetahui keragaman dari suatu kelompok tersebut adalah dengan mengurangi setiap data yang ada dengan nilai rata-rata dari data tersebut, yang kemudian seluruh hasilnya akan dijumlahkan. Namun cara seperti itu tidak bisa digunakan karena akan menghasilkan nilai nol.

Oleh karena itu solusi agar nilainya tidak menjadi nol adalah dengan mengkuadratkan semua pengurangan nilai dari data dan rata-rata kelompok datanya. Lalu dilakukan penjumlahan dari hasil penjumlahan kuadrat, sehingga akan menghasilkan nilai positif

Simpangan Baku dan Varian Sebagai Tolok Ukur kualitas Data

Fungsi yang sangat mendasar bagi simpangan baku dan variasi adalah untuk menilai bagus atau tidaknya suatu data. Semakin kecil nilai simpangan baku apabila dibandingkan dengan kelompok datanya, maka berarti kelompok data tersebut memiliki nilai homogenitas yang besar. Atau dalam arti kata lain data yang ada cenderung memiliki kesamaan atau tidak memiliki beda nilai yang jauh. Kelompok data seperti ini yang sering dinilai sebagai data bagus karena memiliki data yang seragam atau mendekati seragam.

Sedangkan apabila nilai dari simpangan baku dari suatu data sangat besar apabila dibandingkan dengan kelompok datanya. Berarti variasi data pada kelompok tabel tersebuat sangat besar. Dapat juga diartikan bahwa kelompok datanya sangat beragam seperti yang di jelaskan di situs rumus.co.id. Kelompok data seperti inilah yang sering disebut sebagai kelompok data yang jelek karena akan menghasilkan nilai yang cenderung acak dan tidak seragam.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *